Showing posts with label word of mouth marketing. Show all posts
Showing posts with label word of mouth marketing. Show all posts

Thursday, March 6, 2014

How To Sell My Product : Jualan Jujur Rezeki Mujur!




Kali ini Bizzdate mengundang Scoria Novrisa seorang blogger, marketer, dan juga trainer di Ganesha Public Speaking School. @NovrisaCha atau yang lebih akrab dipanggil Ica ini punya berbagai macam bisnis lho! Yuk, kita simak sharing ilmunya! :D

Icha sudah akrab dengan dunia bisnis dari Ia masih kecil. Karena kebutuhan ekonomi yang mendesak setelah ayahnya mengalami kebangkrutan, Ia mulai mecoba berjualan kue untuk membantu kedua orang tuanya. Kebiasaan tersebut ternyata membuat Ica terbiasa berbisnis hingga sekarang. Meski bisnis yang digeluti masih skala kecil, tapi bisnis ini ga bisa dibilang gampang. 

“Berjualan dengan jujur”, jadi prinsip jualan dari pemilik usaha online ticketing ini. Sekarang pun Ia menambah lagi usahanya dengan menjadi reseller sebuah produk kesehatan. Pendapatan yang didapat ga kecil lho, Bizzdaters! Hobby menulisnya yang disalurkan di blog ternyata dilirik oleh seorang Direktur sebuah sekolah Ganesha Public Speaking School, yakni mas Taruna. Kepribadiannya yang pemalu dan tidak berani tampil ternyata memiliki bakat terpendam yang ingin diasah oleh sang direktur. Setelah bergabung untuk menjadi peserta GPSS, Icha ditawarkan untuk menjadi seorang marketer di GPSS Bandung. Keren ya, Bizzdaters?! 

Pengalaman berjualan, memiliki bisnis dan juga memiliki pekerjaan sebagai marketing menambah pengalaman, pendapatan, dan juga networking yang saling mendukung. Icha memiliki tips apa saja yang bisa menjadi produk penjualan, yakni : NEED, PAIN, and DREAM!

Apa yang dilakukan Icha dengan bisnis dan pekerjaanya itu sesuai dengan prinsip berjualan jujur. Ada beberapa yang bisa membuat berjualan itu SALAH, diantaranya :

  • 1.      Mengemis
  • 2.      Memaksa
  • 3.      Menipu

Jadi menurut Icha, berjualan itu harus :

  • 1.      Gunakan prinsip setara
  • 2.      Berikan pelayanan terbaik
  • 3.      Jujur
Adapun Icha berbagi tips nih untuk bizzdater semua bagamaina tips jitu sukses berjualan :

  • ·        Bangun image yang baik terhadap customer
  • ·        Kuasai pengetahuan tentang produk
  • ·        Jadilah solusi bagi kebutuhan pembeli
Ayo Bizzdater, bangun usaha kamu dengan jujur juga ya biar rezekinya mujur kayak Icha! Kalau ingin menambah ilmu lagi tentang bisnis dari Icha kamu boleh kunjungi blognya di www.ScoriaNovrisa.com

Jangan lupa, mulai usaha kamu yang sesuai passion kamu. Good Luck, Bizzdater! :D
“Good mindset, good action, good result” – Scoria Novrisa
 




Tuesday, April 9, 2013

Word of Mouth Marketing with @moi_tyas

Halo Bizzdater, gimana kemarin Bizzdate ke-12 nya? seru banget kaaan? ampe penuh banget ya ruangannya, hihihi..

okey, seperti biasa, tiap minggunya, aku bakal terus kirimin ulasan topik yang sudah di-share setiap hari Seninnya ke Bizzdater. Topik yang akan diulas kali ini adalah "Word of Mouth Marketing" yang sudah dengan semangat disampaikan oleh Tri Asih Puspitaningtyas sang Senior Brand Associate di CreasionBrand, follow nih @moi_tyas , hehehe..

Word of Mouth Marketing

Apa sih Word of Mouth alias WOM? WOM atau Word Of Mouth adalah salah satu strategi pemasaran yang memicu konsumen untuk membicarakan (Talking), mempromosikan (Promotion), dan menjual (Selling) produk kita kepada konsumen yang lain.

Tujuan dari WOM itu apa ya? Agar orang tertarik untuk ikut mencoba apa yang direkomendasikan. jadi konsumen tidak hanya membicarakan, tapi juga dapat menjual secara tidak langsung kepada konsumen lainnya.

Penting banget ya WOM itu? Menurut Emanuel Rosen dalam buku The Anatomy of Buzz:How To Ceate Word-Of-Mouth Marketing, menyatakan ada tiga alasan yang membuat WOM menjadi penting. So, penting banget kan, bizzdater?!
  1. NoisePada kenyataannya, konsumen saat ini sulit menentukan pilihan karena banyaknya iklan di berbagai media yang dilihatnya setiap hari. Mereka cenderung lebih mendengarkan apa yang dikatakan orang atau kelompok yang menjadi rujukan termasuk teman-temannya. 
  2. Skepticism. 
    Dalam konteks ini konsumen pada umumnya skeptic atau meragukan kebenaran informasi yang diterimanya.
     
  3. Connectivity. 
    Setiap hari orang selalu berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dan mereka saling berkomentar hingga bergosip baik mengenai produk yang dibelinya maupun persoalan lainnya. Dalam berinteraksi itu terjadi dialog seperti produk apa yang dimiliki dan akan dimilikinya serta pengalaman mereka menggunakan produk tersebut.
Terussss, gimana cara menstimulasinya? Nih,
  1. Ask them. Tanyakan pada pada pelanggan mengenai hubungan antara produk/layanan Anda dengan mereka: apa yang mereka beli, motivasinya, lalu apa yang mereka rekomendasikan kepada teman mengenai produk Anda. Selain itu, tanyakan juga ini melalui social media seperti chat room, Twitter hingga blog. Dengan demikian, maka Anda akan memahami value yang utama di mata pelanggan mengenai produk/layanan Anda.
  2. Teach them. Pelanggan juga perlu distimulasi untuk menulis, dan mungkin butuh bantuan lebih untuk merangkai kata-kata. Sehingga, Anda mungkin dapat mengajarkan kepada pelanggan bagaimana menuliskan sebuah review, dan menjelaskan keunikan dari produk Anda.
  3. Include Them. Orang biasanya senang jika dilibatkan dengan produk/layanan yang mereka sukai. Anda dapat meminta nasihat kepada sekelompok pelanggan terkait dengan sejumlah inisiatif maupun langkah pemasaran. Ini akan memberikan sense of belonging dari pelanggan terhadap perusahaan.
  4. Star Them. Pelanggan biasanya punya pengalaman unik ataupun testimonial mengenai produk Anda. Anda dapat memanfaatkannya dengan cara merekamnya lewat video, misalnya dengan melakukan wawancara dengan pelanggan terkait pengalamannya. Ini merupakan pengalaman original yang berharga. 
  5. Surprise them. Berikan kejutan kepada pelanggan. Kejutan ini bisa apa saja, berupa pelayanan yang tidak mereka perkirakan, hingga yang jauh melampaui ekspektasi. Intinya adalah Anda memberikan suatu pengalaman pelanggan yang tidak terlupakan, dan mendorong mereka untuk berbicara mengenainya. 
  6. Reward Them. Ketika pelanggan melakukan word of mouth yang hasilnya memuaskan bagi Anda, maka berikan apresiasi kepada mereka. Misalnya salah seorang konsumen memuat sebuah artikel mengenai produk kita di blog. Selain itu, reward juga bisa diadakan sebagai pemicu, misalnya menyelenggarakan kontes. Misalnya kontes meminta konsumen untuk menuliskan pengalamannya dengan suatu produk, dan perusahaan menyediakan sejumlah hadiah untuk pengalaman terbaik.
Untuk menciptakan WOM kita dapat memanfaatkan influencer. Itu sebabnya, ketika menyusun strategi komunikasi WOM, target utamanya adalah evangelist atau influencerEvangelist adalah konsumen yang secara sukarela menyampaikan brand atau produk kita kepada konsumen lainnya. Mereka bisa berasal dari karyawan perusahaan pemilik brand atau produk, vendor, atau konsumen.

Sedangkan influencer adalah konsumen yang memiliki pengaruh pada konsumen lainnya karena misalnya mereka dikenal sebagai ahli dalam suatu masalah atau dikenal memiliki banyak ide. Influencer ini biasanya memiliki argument yang rasional, sedangkan argument evangelist cenderung lebih karena emosi.


Untuk mendapat manfaat dari strategi WOM adalah dengan tetap menjaga kualitas produk dan layanan agar konsumen pun dapat menginformasikan hal-hal yang positif.