Friday, December 27, 2013

Tips Sukses membangun Bisnis Spa bersama @PuriWanoja




Halo Bizzdaters! Bizzdate akan mengulas sharing bisnis ke-42 yang diadakan pada tanggal 23 Desember 2013. Kali ini Bizzdate mengundang pengusaha spa Puri Wanoja di Bandung yaitu Chynthia Ika atau akrab dipanggil Chika.

Profil Chika
Passionnya dalam berbisnis sudah timbul sejak kecil. Untuk mendukung passionnya tersebut, Chika mengambil jurusan Management di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Bisnis spa bukan bisnis pertama Chika. Sebelumnya dia pernah menggeluti bisnis fashion. Dia sempat membuka butik, punya penjahit sendiri, dan mengalami kebangkrutan sehingga butiknya harus ditutup. Orang tua Chika sempat menyuruh untuk kerja kantoran saja. Mengingat penghasilan kerja di kantor lebih stabil. Lalu Chika mulai mencoba kerja kantoran tetapi tidak bertahan lama. Akhirnya Chika kembali lagi untuk menggeluti dunia bisnis. Dan memilih bisnis spa yang sudah lama dia cita-citakan.
Chika tidak mau hanya membuka tanpa mempelajari proses spa itu sendiri. Dia mengikuti kursus therapist spa, observasi, dan melakukan berbagai konsultasi.
Setelah melakukan persiapan yang matang, Chika mulai membuka outlet Puri Wanoja pertama di Jl.Kayu Agung I B10, daerah Buah Batu di Bandung. Selain sibuk mengurus Puri Wanoja, Chika juga seorang mahasiswi MBA-ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship.

Puri Wanoja
Kata Wanoja berasal bahasa Sunda yang berarti wanita. Puri Wanoja ini memang dikhususkan untuk wanita karena kebanyakan wanita tidak nyaman berada di satu tempat spa bersama pria meskipun ruangannya terpisah. Puri Wanoja ingin tidak ingin memposisikan dirinya sebagai salon seperti kebanyakan tempat spa, melainkan menjadikan Puri Wanoja sebagai rumah bagi wanita yang ingin perawatan dan menghilangkan stress.

Outlet Puri Wanoja
Outlet pertama Puri Wanoja berlokasi di daerah Buah Batu, Bandung. Alasan pemilihan lokasi di sini adalah karena tempatnya dekat dengan komplek perumahan dan perkantoran. Bisa menarik ibu-ibu rumah tangga atau wanita karir yang mau melepas stress sehabis bekerja. Untuk konsep outlet pertama ini, Chika memilih konsep outdoor. Untuk outlet ke-2, Puri Wanoja berlokasi di Jl.Cemara No 3, daerah Cipaganti. Berbeda dengan outlet pertama, konsep outlet ke-2 ini adalah indoor.

Kendala berbisnis spa
Kendala utama dalam bisnis adalah mencari therapis yang berkualitas. Therapis yang dimaksud harus mempunyai sertifikat khusus. Selain melihat dari segi keterampilan, seorang therapis yang berkualitas harus mempunyai personal yang bagus supaya dapat membuat pelanggan merasa nyaman.
Dalam berbisnis spa, pemeliharaan peralatan juga menjadi kendala. Kebanyakan peralatan besar dalam bisnis ini berhubungan dengan perairan, sehingga sering ditemukan masalah peralatan yang bocor atau mampet.
Spa memang sudah menjadi lifestyle wanita tetapi masih banyak yang berpikir lebih baik menggunakan uang untuk membeli barang daripada spa.

Keunikan Puri Wanoja
Puri Wanoja menyediakan berbagai paket perawatan dari yang harganya dapat dijangkau mahasiswa sampai paket pernikahan. Ini bertujuan untuk menghilangkan persespsi orang bahwa yang namanya spa itu harus mengeluarkan biaya yang besar.
Untuk ramuan perawatan, Puri Wanoja memakai ramuan modern seperti stroberi, cokelat, madu, dll. Menurut Chika ramuan tradisional sudah terlalu mainstream dipakai di tempat spa.

Bagaimana menjalankan bisnis spa
Tips pertama dari Chika bagi yang ingin membuka bisnis adalah mengenali pasar terlebih dahulu lalu tentukan segmentasi pasarnya. Misalnya anda ingin mendekatkan bisnis spa kepada pria atau wanita, bagaimana lifestyle mereka belakangan ini.
Lalu kita harus mengenali kompetitor supaya dapat menentukan sisi unik dari bisnis spa yang ingin dibuat. Contohnya kalau kebanyakan tempat spa memakai ramuan tradisional, sebaiknya hindari ramuan tradisional ketika ingin membuka tempat spa.
Chika berpesan supaya jangan takut mengeksekusi ide-ide yang ada. Modal adalah kunci utama ketika membuka bisnis, tetapi bukan berarti kita harus menunggu sampai memiliki modal yang banyak.

Oke Bizzdaters, sekian ulasan untuk Bizzdate #42. Jangan lupa datang ke Bizzdate #43 tanggal 30 Desember 2013 ya! Ada sharing dari @TacoLoco_ID (Mexican street food) tentang strategi bisnis street food di Bandung.

Thursday, July 25, 2013

Strategi Sukses Pasang Tenant di Event w/ @Ilham_stereo




Bizzdater, apa kabarnya hari ini? Udah siap baca ulasan bizzdate tentang Strategi Sukses Pasang Tenant di Event. Hari senin tanggal 8 Juli emang sejuk banget, sesejuk pembicara kita nih @ilham_stereo , sang owner dari @Stereo_Desserts sambil membawakan Stereo Desserts Red Velvet, tapi karena lagi puasa, jadi dinikmatin habis maghrib, hehehe..
Strategi sukses pasang tenant sengaja kami pilihkan agar bisa menambah ilmu buat bizzdater yang mau pasang tenan atau yang udah pernah pasang tenan tapi ternyata bukannya profit, eh malah deficit. Makanya, kami datangkan ka Ilham untuk sharing tentang strategi suksesnya. Nah, buat kamu yang gak bisa hadir di acara live-nya, kami buatkan ulasannya ya. Simak baik2 nih!
Langkah-langkah Strategi Sukses memasang tenan dalam event :
1. tentukan STP dan Tujuan
Segmenting:

Siapakah segmen yang dituju oleh produk kita?

Contoh: Urban,Middle-Up,Wanita berumur 17-35,

Mahasiswi hingga Mamah Muda, Penyuka makanan manis
Targeting:

Siapa target market dari produk kita?

Contoh: Segmented Market
Positioning:
Ingin dilihat sebagai brand seperti apakah kita?
Contoh: Hip, Premium Brand, Inovatif, Bergengsi



 
 2. Sesuaikan Tenant dengan Tema Event



It's not just  about the visuals, but strengthening YOUR MESSAGE
3. Eksekusi dan Evaluasi



Wednesday, July 10, 2013

Strategi Sukses Menggarap Event with @YudhaPramaJati


Halo, bizzdater! Hari ini pasti lagi senyum-senyum ya karena dapet banyak kejutan yang seru hari ini dari temen-temen kamu. Dan akan lebih merekah lagi senyumnya karena sekarang lagi siap-siap belajar tentang STRATEGI SUKSES MENGGARAP EVENT. Ya harus senyum dong, kan sharingnya disampaikan oleh eksekutor EO yang jam terbangnya udah banyak banget, dialah @YudhaPramaJati .
Well, hari senin 8 Juli 2013 ruangan bizzdate awalnya belum rame nih, tapi semakin kesini semakin seru, nanti kamu bakal lihat sendiri deh dokumentasinya, hehehe.

Strategi Sukses Menggarap Event emang perlu banget skill yang bagus dan berpengalaman, ditambah lagi banyak relasi. Yudha udah share nih poin-poin agar sukses menggarap event :

•      Konsep Acara
Pastikan selalu punya konsep acara. Beda kota, beda konsep. Sesuaikan dengan culture kota itu sendiri.

•      Target Audience
target audience. Perdalam denga klien, akan mengubah target atau gak. Itu sangat berpengaruh, guys!

•      Lokasi dan Waktu
momentum event dan akhir pekan. Sering liat kan? Kan kalau yang di akhir pekan ya itu udah sering kita lihat. Tapi yang momentum itu kayak event2 khusus di bulan ramadhan, dsb.

•      Sumber Daya Manusia
Harus profesional dan berpengalaman. Mateng ttg konsep dan konsisten. Setiap elemen dalam kepanitiaan harus ngerti banget sama konsep acara.

•      Hubungan dengan pihak yang terlibat
Klien, vendor, target! Harus terus komunikasi. Jangan pernah putus!

•      Kesiapan Tim
Masing2 PIC wajib ngerti. Coba bikin checklist biar terkoordinir. Udah = udah dilaksanain dan ada buktinya.

•      Koordinasi dengan semua pihak
Sosialisasikan teknis acara. Briefing ulang untuk tau kesiapan tim.
Pengalaman sukses dari sang pembicara dapat kita lihat dari meriahnya acara yang digelar.






Tuesday, June 25, 2013

Strategi Bisnis dalam Menghadapi Seasonal Event w/ @cecepbanget


Hallo Bizzdater, apa kabarnya nih? Semoga sehat selalu dan terus positif yaaa. Kali ini, aku mau share ulasan dari bizzdate 23 tentang Strategi Menghadapi Bisnis Musiman oleh @cecepbanget alias Cecep Safa’atul.

Kenapa aku angkat soal bisnis musiman, karena ya kita kan mau masuk bulan ramadhan. Pasti banyak pebisnis-pebisnis yang harus siap ngadepin seasonal event ini. Makanya, aku undang kang cecep untuk menjadi pemateri di bizzdate 23. Yuk ah mulai dengan ulasannya.

Kang Cecep adalah seorang dosen, konsultan, dan juga pedagang. Sudah banyak jenis usaha yang beliau jalankan. Nah, makanya, simak baik2 yaaa



Karakteristik Bisnis Musiman :
  1. Permintaan cenderung fluktuatif dan tidak merata
  2. Modal relatif tidak perlu besar dan mudah diperoleh
  3. Tergantung kepada trend
  4. Cocok bagi yang senang berinteraksi sosial
Tips memasuki Bisnis Musiman :
  1. Mampu membaca momentum dan trend
  2. Kuasai market structure dan market behavior
  3. Manfaatkan komunitas yang dimiliki, bangun citra diri
  4. Kuasai karakteristik produk dan life cycle-nya
  5. Susun dan kembangkan strategi pemasaran yang relevan
  6. Kembangkan Customer Intimacy
  7. Tidak berhenti di satu musim
  8. Berpolitik “nyentrik” nan “elegant”

A.     Strategi Pilihan Domain:
Tindakan ini misalnya dengan berpindah ke domain yang mempunyai ketidakpastian lingkungan yang lebih sedikit,
misalnya memasuki ceruk/segmen yang saingannya lebih sedikit, entry cost yang tinggi sehingga pesaing sedikit, sumber bahan bakunya tetap, selera konsumen tidak mudah berubah, aturan yang sedikit dsb.
B.     Strategi Rekruitmen :
Rekrutmen terhadap orang yang tepat dan selektif dapat mengurangi pengaruh lingkungan terhadap organisasi.
C.     Strategi Pengamatan Lingkungan :
Pengamatan lingkungan memungkinkan manajemen mengetahui perubahan-perubahan terlebih dahulu dan membuat penyesuaian internal daripada bereaksi sesudah ada kejadian
D.     Strategi Buffering :
Buffering mengurangi kemungkinan gangguan terhadap operasi bisnis dengan memastikan pemasokan maupun penyerapan keluaran.
E.     Strategi Smoothing :
Smoothing mencoba untuk mendatarkan dampak dari fluktuasi di lingkungan.
F.     Strategi Rationing :
Jika ketidakpastian diciptakan melalui permintaan Yang berlebihan, manajemen  dapat memikirkan Untuk melakukan rationing (merangsum/ration =fixed quantity) yaitu mengalokasikan keluaran melalui sistem-sistem tertentu. Rationing = menjatah
G.    Strategi Geographic Dispersion
Untuk mengurangi ketidakpastian yang disebabkan Oleh lokasi, organisasi dapat berpindah ke suatu daerah lain  yang resikonya lebih rendah atau beroperasi di beberapa lokasi.
H.     Strategi Promosi
Melalui promosi yang intensif, manajemen mencoba mengurangi tekanan persaingan  dan meningkatkan permintaan.
I.      Strategi Contracting
Contacting melindungi organisasi terhadap perubahan kuantitas atau harga baik pada sisi masukan/input maupun keluaran/output.
J.     Strategi Coopting
Perusahaan meng-coopting/menyerap individu dalam lingkungan yang mengancam stabilitas mereka dengan memperhatikan kebutuhan esensial organisasi.
K.     Strategi Koalisi
Koalisi terjadi jika sebuah perusahaan bekerjasama dengan satu atau lebih perusahaan lain dengan tujuan melakukan kegiatan bersama, contoh: merjer, joint venture atau kolaborasi

L.     Strategi Lobbying
Lobbying menggunakan pengaruh untuk mencapai hasil yang menguntungkan
Nah, gimana tuh bizzdater? Makin kebayang kan apa aja yang perlu kita siapin? Naaah, sebagai bonus ramadhan, aku kasih




Thursday, June 20, 2013

ENTREPRENEURSHIP with @wawansqr

“Mari menjadi berkat untuk diri kita dan  orang-orang disekeliling kita”
 
itulah sebuah kata-kata pembuka dari kang Agustinus Setiawan yang biasa disapa wawan alias @wawansqr, sang owner jasa tour & travel @vivawisata. Tema ENTREPRENEURSHIP memang sudah tidak jarang kita dengar di telinga kita. Tapi dengan study case dari pengalaman yang beliau alami, banyak sekali hal-hal yang patut dicontoh oleh kita, bizzdater!
 Tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita mulai ulasan topik #Bizzdate 22 ini. Ready? Go!
Banyak Orang berniat
menjadi pengusaha
namun hanya sedikit yang sukses
mewujudkannya...! 


Teman2, coba deh perhatikan list pertanyaan berikut yang pasti kita semua merasakannya waktu di SD dulu
mindset
Isian diatas, mungkin dulu kita jawab, Ayah Budi itu karyawan, bukan pengusaha. Ibu juga ke pasar untuk membeli, bukannya menjual. Nah, klo pengusaha itu ya mindsetnya berbeda, lihat ada peluang untuk dagang, ya siap untuk jualan.
Maka Jika Anda ingin menjadi pengusaha, ada 10 langkah untuk menjadi sosok ENTREPRENUR yang berhasil :
  1. Mulailah dari mimpi dan imajinasi
  2. Mencintai Poduk atau service yang ditawarkan
  3. Antusias dan keuletan
  4. Pelajari dasar-dasar bisnis 
  5. Berani Mengambil Resiko
  6. Mencari masukan dan nasehat tanpa mengabaikan kata hati.
  7. Lakukan komunikasi dengan baik
  8. kerja keras
  9. Menjalin Relasi
  10. Berani menghadapi kegagalan