Tuesday, April 16, 2013

5 Best Strategic Content Plans in Social Media with @amypramesty




Bizzdater pasti udah pada tau dooong klo sosial media adalah salah satu tools yang sedang tren untuk masarin bisnis kita. Ternyata, perkembangannya pesat banget ya sehingga kita harus banyak2 manfaatin sosial media sebagai salah satu solusi marketing kita. Soanya, dengan sosial media, system pemasarannya tertarget, kita juga dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen, dan jelas dooong kalau kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen.

Dalam ulasan mengenai topic bizzdate 13, ada 8 hal yang harus kita lakukan ;
  • 1.      Plan
  • 2.      Goal
  • 3.      Consistent
  • 4.      Social citizen
  • 5.      Great content
  • 6.      Netword
  • 7.      Good listener
  • 8.      Engaging

Selain itu, coba deh kita telusurin apa yang mereka bilang tentang tanggapan2nya terhadap marketing via sosial media,

 “pertama. Karena tertarik sama produknya dan jadi pengan tau lebih banyak. Aku ngerasa dengan follow, bisa bantu aku nentuin produk mana yang cocok dengan aku” - @Tika_Wardhani

“Gue sih kebalik. Gue pake brandnya dulu. Setelah ngerasa bagus. Gue follow/like brandnya. Gue follow untuk update tentang brand mereka. Konten di sosmed berpengaruh sih. Penting banget. Harus update. Tapi jangan sampe dagang banget juga” - @Arditamaa

Nah kaaaan, dari dua kutipan diatas, dapat kita simpulin bahwa, Content is A King! Konten menjadi salah satu value yang dibentuk dari aktivitas untuk sampai ke followers.

Product Knowledge. Ini penting nih, mengedukasi produk kita kepada konsumen adalah salah satu cara yang bisa menarik perhatian dan interaksi dari market kita.

Media strategy. Coba lihat 3 hal yang perlu kita lakukan dalam melakukan strategi media :
  • -          Tentukan media berdasarkan target market
  • -          Tentukan media berdasarkan jenis bisnis
  • -          Tentukan media berdasarkan tujuan

Oke, sudah dicatatkan semuanya? Sekarang kita masuk ke Strategi Kreatif-nya ya. ini dia!
  • -          Editorial plan
  • -          Ketahui karakter konsumen
  • -          70-20-10. Artinya, 70% kepentingan & kebutuhan pelanggan; 20% konten yang diambil atas seijin pemilik konten; 10% promosi
  • -          Interaksi

Novelty & Repetition. Artinya konten yang kita buat, kudu ada kebaruan dan pengulangan.

Content consumption. Lakukan monitoring! Setelah itu gali lebih dalam mengenai konten mana yang disukai dan dibutuhkan oleh pelanggan dari Result yang kita peroleh.
Jadi, kesimpulannya adalah, konten sosial media dalam sebuah brand ini kini tidak bisa dijadikan sebatas konten, tapi konten dalam sebuah sosial media itu sendiri harus bisa dikelola secara professional.


Tuesday, April 9, 2013

Word of Mouth Marketing with @moi_tyas

Halo Bizzdater, gimana kemarin Bizzdate ke-12 nya? seru banget kaaan? ampe penuh banget ya ruangannya, hihihi..

okey, seperti biasa, tiap minggunya, aku bakal terus kirimin ulasan topik yang sudah di-share setiap hari Seninnya ke Bizzdater. Topik yang akan diulas kali ini adalah "Word of Mouth Marketing" yang sudah dengan semangat disampaikan oleh Tri Asih Puspitaningtyas sang Senior Brand Associate di CreasionBrand, follow nih @moi_tyas , hehehe..

Word of Mouth Marketing

Apa sih Word of Mouth alias WOM? WOM atau Word Of Mouth adalah salah satu strategi pemasaran yang memicu konsumen untuk membicarakan (Talking), mempromosikan (Promotion), dan menjual (Selling) produk kita kepada konsumen yang lain.

Tujuan dari WOM itu apa ya? Agar orang tertarik untuk ikut mencoba apa yang direkomendasikan. jadi konsumen tidak hanya membicarakan, tapi juga dapat menjual secara tidak langsung kepada konsumen lainnya.

Penting banget ya WOM itu? Menurut Emanuel Rosen dalam buku The Anatomy of Buzz:How To Ceate Word-Of-Mouth Marketing, menyatakan ada tiga alasan yang membuat WOM menjadi penting. So, penting banget kan, bizzdater?!
  1. NoisePada kenyataannya, konsumen saat ini sulit menentukan pilihan karena banyaknya iklan di berbagai media yang dilihatnya setiap hari. Mereka cenderung lebih mendengarkan apa yang dikatakan orang atau kelompok yang menjadi rujukan termasuk teman-temannya. 
  2. Skepticism. 
    Dalam konteks ini konsumen pada umumnya skeptic atau meragukan kebenaran informasi yang diterimanya.
     
  3. Connectivity. 
    Setiap hari orang selalu berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dan mereka saling berkomentar hingga bergosip baik mengenai produk yang dibelinya maupun persoalan lainnya. Dalam berinteraksi itu terjadi dialog seperti produk apa yang dimiliki dan akan dimilikinya serta pengalaman mereka menggunakan produk tersebut.
Terussss, gimana cara menstimulasinya? Nih,
  1. Ask them. Tanyakan pada pada pelanggan mengenai hubungan antara produk/layanan Anda dengan mereka: apa yang mereka beli, motivasinya, lalu apa yang mereka rekomendasikan kepada teman mengenai produk Anda. Selain itu, tanyakan juga ini melalui social media seperti chat room, Twitter hingga blog. Dengan demikian, maka Anda akan memahami value yang utama di mata pelanggan mengenai produk/layanan Anda.
  2. Teach them. Pelanggan juga perlu distimulasi untuk menulis, dan mungkin butuh bantuan lebih untuk merangkai kata-kata. Sehingga, Anda mungkin dapat mengajarkan kepada pelanggan bagaimana menuliskan sebuah review, dan menjelaskan keunikan dari produk Anda.
  3. Include Them. Orang biasanya senang jika dilibatkan dengan produk/layanan yang mereka sukai. Anda dapat meminta nasihat kepada sekelompok pelanggan terkait dengan sejumlah inisiatif maupun langkah pemasaran. Ini akan memberikan sense of belonging dari pelanggan terhadap perusahaan.
  4. Star Them. Pelanggan biasanya punya pengalaman unik ataupun testimonial mengenai produk Anda. Anda dapat memanfaatkannya dengan cara merekamnya lewat video, misalnya dengan melakukan wawancara dengan pelanggan terkait pengalamannya. Ini merupakan pengalaman original yang berharga. 
  5. Surprise them. Berikan kejutan kepada pelanggan. Kejutan ini bisa apa saja, berupa pelayanan yang tidak mereka perkirakan, hingga yang jauh melampaui ekspektasi. Intinya adalah Anda memberikan suatu pengalaman pelanggan yang tidak terlupakan, dan mendorong mereka untuk berbicara mengenainya. 
  6. Reward Them. Ketika pelanggan melakukan word of mouth yang hasilnya memuaskan bagi Anda, maka berikan apresiasi kepada mereka. Misalnya salah seorang konsumen memuat sebuah artikel mengenai produk kita di blog. Selain itu, reward juga bisa diadakan sebagai pemicu, misalnya menyelenggarakan kontes. Misalnya kontes meminta konsumen untuk menuliskan pengalamannya dengan suatu produk, dan perusahaan menyediakan sejumlah hadiah untuk pengalaman terbaik.
Untuk menciptakan WOM kita dapat memanfaatkan influencer. Itu sebabnya, ketika menyusun strategi komunikasi WOM, target utamanya adalah evangelist atau influencerEvangelist adalah konsumen yang secara sukarela menyampaikan brand atau produk kita kepada konsumen lainnya. Mereka bisa berasal dari karyawan perusahaan pemilik brand atau produk, vendor, atau konsumen.

Sedangkan influencer adalah konsumen yang memiliki pengaruh pada konsumen lainnya karena misalnya mereka dikenal sebagai ahli dalam suatu masalah atau dikenal memiliki banyak ide. Influencer ini biasanya memiliki argument yang rasional, sedangkan argument evangelist cenderung lebih karena emosi.


Untuk mendapat manfaat dari strategi WOM adalah dengan tetap menjaga kualitas produk dan layanan agar konsumen pun dapat menginformasikan hal-hal yang positif.


Tuesday, April 2, 2013

8 Jurus Jitu Menggaet Pasar via Email Marketing with Giat Adhi Prakarsa





Hai Bizzdaters, pada tau ga kenapa kita harus optimalin email marketing? Soalnya menurut data dari Forbes Media pada bulan Februari/ Maret tahun 2009, email marketing dan e-newsletter dianggap sebagai online tools kedua yang paling efektif dalam menciptakan conversion (peluang untuk mendapatkan respon) setelah SEO. Hemm menarik banget kan topik #Bizzdate kali ini? Sekarang aku kasih ulasan, sharing kita kemarin dengan @giatadhip (Online PR Dixgital), ayo di simak ya!


Apa sih tujuan dari email marketing itu?


  • Traffic Website atau blog
  • Teaser
  • Potential Database
  • Customer Relationship
  • Viral Marketing
  • Personal Branding

Nah sekarang, ini dia 8 jurus jitu menggaet pasar via email marketing:

1. Objective
Seperti, “apa sih yang ingin kita capai dari Email Marketing ini?”, ya bener banget kita harus memiliki tujuan dan target yang jelas agar email yang kita kirim efektif.

2. Database
Kontak target yang jelas seperti nama, email atau no handphone agar kita dapat mempunyai banyak referensi data untuk mengirim email.

3. Creative Execution
Email yang kita kirim harus berisi konten dan konteks yang kreatif, agar target kita tertarik untuk membaca email dari kita.

4. Integrade Campaign with Other Channels
Sebaiknya isi email kita juga ditambahkan alamat facebook, twitter atau media sosial lain untuk memudahkan target mengakses info kita secara detail.

5. Personalize the Message
Isi pesan haruslah personal, seperti mencantumkan nama penerima, menjelaskan penawaran yang ditawarkan dan menggunakan bahasa yang akrab dengan target kita.

6. Interaction Handling 
  • Cantumkan kontak list
  • Link website, blog, facebook
  • Segera membalas reply email
  • SDM khusus untuk handling email marketing
7. Generate Reports
  • Sent & read
  • Click
  • Contact
  • Sales
8. Analyze Results
  • Efektifitas email marketing dalam mencapai objective
    • Penjualan, database, traffic, dll
  • Konten (isi) dan konteks (cara) efektif?
    • Klik, reply, email, chat, dll 








Monday, March 25, 2013

How to Create Client Via telemarketing With Azizah




Siapa sih yang ga pernah di telfon sama mba mba asuransi, mba kartu kredit atau mba yang ngasih tau info seminar? Nah, aku yakin kalian semua pasti pernah ngerasain gimana sebelnya kalo si mba udah mulai krang kring di handphone kita. Dan aku juga yakin kalian semua pasti langsung mikir seribu alasan gimana caranya untuk menghindari atau menolak secara halus telfon si mba ini.

Tapi jangan salah si mba itu termasuk dalam salah satu job desc seorang marketing. Apapun bisnis kalian baik itu berhubungan tentang branding, fashion, digital, advertising, kesehatan ataupun yang lainnya, pasti membutuhkan pemasaran atau bahasa kerennya biasa disebut marketing. Nah, si mba krang kring ini dalam dunia marketing biasa disebut telemarketing, yang merupakan bagian dari marketing offline.

Kemarin kita udah sharing bareng tentang Telemarketing dengan Azizah (Creasionbrand). Dan ini ulasannya buat para Bizzdater, simak ya!

Apa sih tugas telemarketing itu?
·         Menawarkan barang/jasa by phone 
·         meningkatkan penjualan
·         mengembangkan produktivitas perusahaan
·         mengedepankan kemampuan “personal selling

Dan ini yang harus dimiliki oleh seorang telemarketing baik:



Cocok/ chemistry
Seorang telemarketing itu harus sangat menyukai pekerjaannya, karna menjadi seorang telemarketing sangat dibutuhkan kesabaran.

Product Knowledges
Telemarketing juga harus paham betul tentang produk/ jasa yang dia tawarkan.

Script Dari Hati
Sebelum menelfon klien sebaiknya telemarketing membuat lebih dulu sebuah script tentang apa yang akan disampaikan kepada klien.

Good Communication Skill
Kualitas suara seperti intonasi, volume, tempo juga sangat diperlukan agar dapat membangun suasana bersahabat dengan klien dan juga jangan lupa untuk selalu percaya diri.

Cuek’s is The Best
Jangan sedih kalo ditolah klien, masih banyak klien lain. Kalo kata pepatah lama sih masih banyak ikan di laut.

Organization
Seorang telemarketing harus dapat mengatur database dengan baik, seperti:
·         Tandai orang yang sangat berminat, berminat, dan tidak berminat
·         Follow up Client secara bekala
·         Biasakan untuk Reminder Appoinment H-1
·         Pastikan jadwal appointment tidak bentrok






Tuesday, March 19, 2013

SEO for Better SERP with @twitt_doni


SEO for Better SERP.. SERP itu apa? SERP adalah kependekan dari Search Engine Result Page. Kalo SEO-nya udah pada tau kaaan? Jelas dong, mungkin justru karena keyword itu ya temen-temen udah rela dateng ke #BizzDate.

SEO for Better SERP yang dibawakan oleh Doni Wicaksono (Programmer @Creasionbrand) berlangsung "panas" loooh. cukup banyak yang jadi keringetan ngedengerin istilah-istilah yang muncul saat penjelasan, seperti : ping, backlink, on page, meta data, dll.

Khusus buat kamu yang gak ngerasain "panas"-nya #BizzDate hari Senin, 18 maret 2013, jangan pada sedih yaaa..karena sekarang bakal aku kupas materi mengenai SEO for Better SERP disini.

SEO alias Search Engine Optimization adalah upaya untuk mengoptimalkan web/blog agar mencapai minimal halaman pertama pada hasil pencarian search engine. Hal yang harus kita sadari adalah pengguna internet di Indonesia sudah 1,2 M loooh, kalau di dunia ternyata sudah 7 M. Jadi persaingan kita dengan user-user lainnya cukup berat, jadi ya mari kita optimalkan web/blog kita agar bisa nongol di halaman pertama dan trafiknya terus meningkat. 

Dari sekian banyak search engine yang sudah ada, ternyata Google tetap berhasil meraih rangking pertama karena 88,8% users menggunakan Google sebagai mesin pencarian. Penasaran gak tentang cara bagaimana mesin pencarian itu bekerja? Ternyata dimulai dengan Sumbit URL, lalu Discovery, lanjut ke Indexing, dan terakhir adalah Result. Jadi mesin pencari itu punya seperangkat alat dan cara untuk mengetahui apakah web/blog kita itu emang bagus atau gak. Karena untuk berada di halaman pertama dengan natural itu bisa makan bertahun-tahun untuk bisa sampai kesana. jadi, ayo optimalkaaaan!!

Apa sih faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat web/blog kita? nih jawabannya :
1. Content
2. Keywords
3. Links
4. Site Age
5. Freshness
6. Site Speed
Untuk konten, cantumkan keyword yang berhubungan dengan bisnis kita di paragraf 1, 2, 3, sampai penutup. Nah, untuk mencari keyword yang cocok untuk jadi andalan, kita juga perlu riset dulu. caranya, masuk ke Google's Keyword Tool. Disana kamu bisa riset, kata kunci apa aja yang banyak dicari untuk produk bisnis kamu. Semua bisa kamu atur, mulai dari Negara, bahasa, dan lainnya yang biasa cari kata kunci yang akan kita input di Google's Keyword Tool itu. Contohnya cat tembok, aku pilih negara Indonesia dan bahasa Indonesia. Artinya aku pengen tau orang Indonesia yang mencari cat tembok sebagai kata kunci di mesin pencarian dengan menuliskan cat tembok (bahasa Indonesia) itu ada berapa banyak. Hasil yang muncul ternyata ada 74.000 yang mencari warna-warna cat, 33.100 untuk kata kunci harga-harga cat, dan seterusnya. Berarti, kata kunci tersebut bisa terus kita gunakan dalam web atau blog kita. Tapi ingat, kompetitor kita juga melakukan hal demikian. Jangan patah arang dulu, masih ada 4 poin lagi buat kita optimalin.

Link. Ayo cantumkan link-link yang ujung-ujungnya masuk ke web/blog milik kita juga. Misalnya, dalam satu artikel yang kita bahas, kita cantumkan link mengenai kata kunci terkait yang memang kita bahas dalam web/blog kita.

Site Age. Umur dari situs. Semakin tua umur sebuah situs, maka semakin diprioritaskan google untuk dimunculkan di halaman pertama. Perlu kamu ketahui juga, Google juga memprioritaskan .gov, .edu, .org, baru deh .com, hehehe.. Untuk meningkatkan SEO kita, bisa loh kita kirim komentar di blog-blog .gov atau .edu, tapi harus berbobot ya komentarnya, ntar dihapus admin lagi, haduh haduuuh.

Freshness. Jangan moody yah kalau nulis, hihihi.. Update terus tulisan kita terus-menerus, biar Google menyadari bahwa kita adalah orang yang aktif. minimal 2 kali seminggu ;)

Site Speed. Nah, ini juga penting loooh. Kecepatan masuk ke situs kamu ternyata jadi salah satu yang Google pertimbangkan. yaaah kalo lelet mah, orang juga bisa cepet memutuskan untuk close aja T-T

Oke deh, sekian dulu ulasan topik mengenai SEO for Better SERP, semoga bermanfaat yaaa.. Oh iya, ini ada kado spesial buat yang udah dateng, foto dokumentasi temen-temen yang pada konsentrasi penuh nih, hihihi...


Monday, March 11, 2013

Digital Copywriting with Rizky Muhammad


What is copywriting?
Copywriting is the act of writing copy (text) for the purpose of advertising or marketing a product, business, person, opinion or idea. The addressee (reader, listener, etc.) of the copy is meant to be persuaded to buy the product advertised for, or subscribe to the viewpoint the text shares.
Digital Copywriting is the way of write copy for all forms of interactive and online applications. This can include copywriting for software, micro websites, and online advertising. It containing headlines and caption

Who is copywriter?
Someone who writes copy for all forms of interactive and online applications. This can include copywriting for software, micro websites, and online advertising.

 So, what should we do first?
ü  Do it now! Write, just start to write, then check and rewrite.
ü  Do it often! The more you stick with writing and techniques, the more you want to write and write again
ü  Do it more! Continously is a must, don't be afraid to try and return to get a nice copywriting

How to make a good digital copywriting?
  1. Curiousity
  2. Nominal
  3. Good Offer
  4. Person & Company Involved
  5. Call to Action
Digital Copywriting Examples :
  1. Youtube Ads
  2. Google Ads
  3. FB Ads
  4. Twitter Ads
  5. Twitter Buzz




Tuesday, March 5, 2013

Brand Equity with Rani Kurniasih


Nah, setelah sharing bareng tentang Brand Equity sama Rani Kurniasih dan para Bizzdater kece sekalian, kita simak ulasan singkatnya yuk!

Brand itu …
Brand merupakan simbol yang digunakan untuk menjual produk atau jasa. Brand juga menunjukkan asosiasi yang dibangunnya sendiri dan dapat berupa simbol sesuatu desain, trademark dan logo (Miller & Muir). Kalau menurut kamu brand itu apa?

Brand Equity itu apaan?
Ekuitas merek adalah aset intangible yang dimiliki oleh sebuah merek karena value yang diberikan kepada pelanggan. Oleh karena itu semakin tinggi ekuitas merek perusahaan maka akan tinggi pula value yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggannya (Kartajaya dan Yuswohadi).

Nah, ini nih elemen-elemen Brand Equity

Brand Awareness
The audience can only recall the name of a single brand
Perceived Quality
Perceived Quality is linked to and often drives other aspects of how a Brand is perceived
Brand Loyalty
Empower your current customer to be sellers themselves, multiplying your sales base/manpower immediately
Brand Identity
Brand Identity can simply mean the colours, shape and look of a company's or product's logo
Brand Association
Reflecting the same  or equal status of two  or more brands in competition with another or otherwise

Terus apa aja keuntungan dari membangun nilai merek?
Banyaaaaak!!!!
Retain your customers,
Gain new customers,
Building trust
Get relationship,
Multiplying sales,
Get a partners, and more!