Monday, March 25, 2013

How to Create Client Via telemarketing With Azizah




Siapa sih yang ga pernah di telfon sama mba mba asuransi, mba kartu kredit atau mba yang ngasih tau info seminar? Nah, aku yakin kalian semua pasti pernah ngerasain gimana sebelnya kalo si mba udah mulai krang kring di handphone kita. Dan aku juga yakin kalian semua pasti langsung mikir seribu alasan gimana caranya untuk menghindari atau menolak secara halus telfon si mba ini.

Tapi jangan salah si mba itu termasuk dalam salah satu job desc seorang marketing. Apapun bisnis kalian baik itu berhubungan tentang branding, fashion, digital, advertising, kesehatan ataupun yang lainnya, pasti membutuhkan pemasaran atau bahasa kerennya biasa disebut marketing. Nah, si mba krang kring ini dalam dunia marketing biasa disebut telemarketing, yang merupakan bagian dari marketing offline.

Kemarin kita udah sharing bareng tentang Telemarketing dengan Azizah (Creasionbrand). Dan ini ulasannya buat para Bizzdater, simak ya!

Apa sih tugas telemarketing itu?
·         Menawarkan barang/jasa by phone 
·         meningkatkan penjualan
·         mengembangkan produktivitas perusahaan
·         mengedepankan kemampuan “personal selling

Dan ini yang harus dimiliki oleh seorang telemarketing baik:



Cocok/ chemistry
Seorang telemarketing itu harus sangat menyukai pekerjaannya, karna menjadi seorang telemarketing sangat dibutuhkan kesabaran.

Product Knowledges
Telemarketing juga harus paham betul tentang produk/ jasa yang dia tawarkan.

Script Dari Hati
Sebelum menelfon klien sebaiknya telemarketing membuat lebih dulu sebuah script tentang apa yang akan disampaikan kepada klien.

Good Communication Skill
Kualitas suara seperti intonasi, volume, tempo juga sangat diperlukan agar dapat membangun suasana bersahabat dengan klien dan juga jangan lupa untuk selalu percaya diri.

Cuek’s is The Best
Jangan sedih kalo ditolah klien, masih banyak klien lain. Kalo kata pepatah lama sih masih banyak ikan di laut.

Organization
Seorang telemarketing harus dapat mengatur database dengan baik, seperti:
·         Tandai orang yang sangat berminat, berminat, dan tidak berminat
·         Follow up Client secara bekala
·         Biasakan untuk Reminder Appoinment H-1
·         Pastikan jadwal appointment tidak bentrok






No comments:

Post a Comment